Biografi: Terimakasih Untuk Mu Ibu

TERIMAKASIH IBU

Nama : Ayu Angraini
Nim : 12001029
Deskripsi Biografi : Ibu

   Ibu ku adalah orang yang melahirkan ku kedunia ini ia lah yang telah membesarkan ku, merawatku, dan mendidikku. Hanysyah adalah nama ibuku. Ibu ku memiliki ciri-ciri berkulit sawo matang dan tingginya kira-kira 165 cm dan memiliki postur tubuh yang sedikit besar dan mempunyai hidung yang cukup mancung, Ibuku dilahirkan di tanggal 10 Desember 1979. Kedua orang tua ibu ku bernama Dandan Setiawan dan Ibu dari ibu ku memiliki nama Lili Kartini. Ibu ku dari keturunan Melayu Dayak beliau dilahirkan disintang dan memiliki 4 saudara laki-laki dan 5 saudara perempuan, ibu ku adalah anak ke 6 dari sembilan bersaudara.

   Pada saat masih anak-anak ibu ku tinggal di Jl. Kedabang kecamatan Sintang, dikampung tersebut lah ibu ku manghabiskan masa-masa kecilnya. Ibu ku bersekolah di SDN 16 Kedabang, saat pergi kesekolah ibu tidak menggunakan kendaraan dia selalu berjalan kaki dari rumah kesekolah karena pada saa itu orang-orang yang memiliki kendaraan terbilang masih sedikit dan jalannya pun belum seperti sekarang ini yang sudah beraspal, pada saat itu jalannya masih jalan tikus, adapun jarak dari rumah ke sekolah kira-kira 4 km. Dan pada saat itu jika belajar ibu ku tidak menggunakan buku seperti sekarang ini beliau berkata pada saat itu jika ingin menulis buku digantikan dengan menggunakan daun dan ibu ku juga tidak memiliki tas untuk kesekolah, pada saat itu ibu ku menggunakan plastik yang di buatnya menjadi tas. Ibu ku berkata pada saat itu ia tidak memiliki uang jajan untuk bersekolah jika ibu ku ingin berbelanja ibu ku berkata dia harus mencari uang sendiri misalnya dia akan berjualan disekolah untuk mendapatkan uang, uang itu lah ibu ku gunakan untuk jajan ibu ku sehari-hari disekolah.

   Ibu ku tidak menamatkan sekolahnya beliau berhenti dikelas 5 SD karena pada saat itu kondisi keuangan keluarga tidak mencukupi untuk bersekolah karena kedua orang tua ibu ku pada saat itu juga harus membiayai adik-adik ibu ku untuk bersekolah dan ibu ku memutuskan kan untuk berhenti bersekolah dan membantu kedua orang tua ibu ku mencari uang untuk kebutuhan sehari-hari keluarga maka dari itu untuk meringankan beban kedua orang tua ibu ku pun berhenti bersekolah dan memutuskan kan untuk bekerja.
   Setelah ibu ku bekerja beberapa tahun dan sudah bisa mendapatkan uang dengan keringat sendiri, kakek ku memutuskan untuk menikahi ibu ku dan ibu ku pun dijodohkan dengan ayah ku, ayah ku bernama Herman Susilo, setelah menikah ibu dan ayah ku menetap di kedabang dan membangun rumah disebelah rumah kakek ku, pada saat itu ibu ku menjadi ibu rumah tangga dan sambil membuka tokoh dirumah juga untuk sampingan, ibu ku melahirkan ku pada 20 Agustus 2003 dan melahirkan lagi seorang anak laki-laki pada tahun 2010 dan adikku diberi nama Rizky Pratama Putra pada saat itu adik ku kesehatannya kurang baik sering sakit dan juga sering dirawat dirumah sakit jadi karena hal tersebut pun ibu ku memutuskan untuk mengganti nama adik ku menjadi Fahri Ramadhan, dan setelah itu alhamdulillah adikku sudah tidak sering sakit lagi.
Pernikahan ibu ku dan ayahku ternyata seringkali ditimpa masalah dan pada tahun 2014 ibu dan ayah ku memutuskan untuk berpisah dan menempuh kehidupan masing-masing saat itu aku masih duduk dibangku kelas 6 SD. Setelah memutuskan bercerai, ibu, aku dan adikku pun memilih tinggal di rumah kakek ku, dan setelah bercerai ibu ku pun memutuskan untuk bekerja mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan ku dan juga adik ku, ibu ku berjualan baju keliling kerumah-rumah dan juga membuka warung dirumah, setelah beberapa tahun menjual pakaian ibu ku pun sudah mampu membuat rumah untuk kami ya walaupun sederhana tetapi alhamdulilah yang terpenting layak untuk ditempati, setelah rumah tersebut jadi kami pun pindah dari rumah kakek, ibu ku membangun rumah masih dekat dengan rumah kakek, setelah membangun semuanya dengan jerih payah ibu sendiri kami pun memulai hidup dari nol lagi tanpa ada sosok ayah, semenjak sudah memutuskan bercerai ibu ku pun bekerja kesana kemari untuk mencukupi ke butuhan kami, selama ibu ku bekerja terkadang aku yang menggantikan posisi ibu ku dirumah seperti memasak, membereskan rumah, dan menjaga adik ku, namun terkadang sebelum berangkat untuk bekerja ibu ku menyempatkan untuk memasak dan membereskan rumah, setelah selesai baru lah ibu ku berangkat bekerja.
   
    Ya Ibu ku adalah sosok yang sangat tegas, penuh dengan tanggung jawab aku sangat menyayanginya karena ia adalah wanita yang sangat tangguh, penyayang, pekerja keras, dan pantang menyerah. Ya kasih ibu sepanjang masa lagu tersebut sangat menggambarkan dengan sosok ibu ku, menurutku kasih ibu tidak pernah terbayarkan oleh apapun selain bagaimana kita bisa membuatnya bangga. Aku sangat bangga terhadap ibu ku karena beliau orang yang sangat kuat ia memiliki banyak pekerjaan namun ia tidak pernah mengeluh dan lelah dalam membagi waktu antara pekerjaannya dan mengurus ku juga adik ku bahkan ibu ku juga mengurus semua kebutuhan keluarga kami.


    Walaupun begitu ibuku tetap semangat dan pantang menyerah dalam melakukan rutinitasnya setiap hari, terkadang bila ada waktu luang ibuku akan mengajak kami berjalan-jalan menikmati waktu bertiga dengan ku dan adik ku. Ibu ku memang tidak berpendidikan tinggi hanya sebatas pendidikan sekolah dasar (SD) walaupun begitu aku tetap bangga pada ibu ku.
Setelah beberapa tahun menyendiri akhirnya ibu ku pun menemukan sosok pengganti ayah ku, tahun 2016 ibu menikah lagi dengan ayah sambungku nama nya Sukardi beliau bekerja sebagai mantri di sepauk Manis Raya, setelah ibu ku menikah lagi kami pun pindah rumah mengikuti suami ibu ku ke Sepauk Manis Raya, disana ibu ku juga berjualan membuka warung untuk sampingan, setalah beberapa tahun menikah ibu ku baru melahirkan lagi seorang anak perempuan dan di beri nama Tasya Kardian Nisa.
Pada tahun 2018 adik kandung ku Fahri telah berpulang ke Rahmatullah, pada saat itu ibu ku sangat terpukul karena kepergian adik ku, adik ku meninggal dunia saat berumur 10 tahun, tapi dengan seiring berjalannya waktu ibu ku sudah mengikhlaskan kepergian adik ku, untuk adikku Fahri semoga tenang di sana, dan semoga ditempatkan di sisi Allah SWT amin.
Aku belajar banyak hal dari ibu ku, ia wanita yang sangat tangguh, wanita yang sangat aku cintai dan wanita yang sangat berarti dalam hidup ku, tanpanya aku tidak akan pernah ada di dunia, aku bangga mempunyai ibu sepertinya. Untuk ibu ku bahagia selalu masa-masa sulit telah kita lewati bersama-sama jangan ada lagi air mata, dan bila ada pun itu hanya air mata kebahagian.

Terimakasih ibu untuk semuanya I LOVE U.